Cara Me-Register Peta RBI di MapInfo

Hai Kawan! Di postingan kali ini saya akan membahas bagaimana cara me-register peta RBI atau peta-peta lainnya yang memiliki format file picture (.jpg, .bmp, .png, dll.) di software berbasis GIS, dalam hal ini saya menggunakan software MapInfo. Hal yang harus kalian tahu bahwa gambar dengan format file picture tidak memiliki nilai-nilai geografis di gambar itu sendiri. Artinya, ketika kita membuka gambar tersebut dan menaruh kursor diatasnya, maka tidak akan muncul nilai geografis yang ada pada peta tersebut. Berbeda jika file tersebut memiliki format .tiff. Gambar ber-file format .tiff sudah memiliki nilai koordinat di setiap sudut gambarnya, walaupun kita tidak akan tahu nilai koordinatnya jika membukanya hanya dengan Windows Photo Viewer atau software pembuka foto biasa lainnya di OS Windows.

Pada dasarnya, register peta adalah suatu cara untuk memberikan nilai acuan tertentu pada software-software berbasis GIS ketika kita ingin memulai suatu perkerjaan untuk pertama kali dengan mengacu pada nilai-nilai koordinat pada peta yang sudah ada sebelumnya. Dalam hal ini, nilai acuan tersebut adalah nilai koordinat di ujung-ujung peta. Ketika kita membuka software GIS pertama kali, maka software tersebut hanya berisi halaman kosong yang tidak memiliki nilai koordinat sama sekali. Kita harus memberikan acuan nilai koordinat terlebih dahulu menggunakan peta RBI, peta geologi, atau peta apapun yang memiliki nilai koordinat pasti jika kita ingin halaman di software tersebut memiliki nilai koordinat pada saat kita menaruh kursor diatasnya. Sehingga selanjutnya kita dapat menentukan titik/lokasi lainnya dengan nilai koordinat yang ada, bahkan diluar dari nilai acuan yang kita berikan.

Okay kita mulai saja. Untuk latihan kali ini saya menggunakan MapInfo 12.0 dan peta RBI Lembar 1309-112 Bantarujeg. Mungkin ada beberapa perbedaan tampilan pada MapInfo versi lebih rendah atau lebih tinggi dari yang saya pakai.
Continue reading

Advertisements

Cara Cepat Membuat Peta Kemiringan Lereng (Morfometri) di Global Mapper

Hai teman-teman! Di judul postingan kali ini saya menambahkan kata “CEPAT”. Kenapa harus ada kata cepat? Memangnya yang lain lambat ya?

Begini, saya cerita sedikit dulu. Menurut buku panduan pemetaan Geologi Unpad, salah satu elemen dalam pembuatan peta geomorfologi adalah morfometri. Morfometri yang digunakan disini adalah kemiringan lereng saja. Yaaa, meskipun sebenarnya morfometri itu bukan hanya kemiringan lereng saja, tetapi ada lagi yang lainnya seperti rasio bifurkasi, kerapatan drainase DAS, koefisien kebundaran DAS, dll.

Waktu saya masih kuliah, membuat peta kemiringan lereng itu buatnya manual. Petanya di print dulu dengan ukuran sebenarnya, kemudian buat kotak-kotak kecil berukuran 2×2 cm di peta yang luasnya 40×40 cm (karena saya dulu pemetaan geologi luas daerahnya 5×5 km dengan skala peta 1:12500), terus di kotak itu diukur pake penggaris yang memotong kontur dalam satu kotak, lalu dimasukan ke rumus menghitung kemiringan lerengnya van Zuidam. Itu baru satu kotak. Sementara di peta itu ada jumlahnya 400 kotak! Ribet ya? MEMANG!

Meskipun zaman sekarang perhitungan kemiringan lereng bisa dilakukan di MapInfo atau ArcGIS, tetap saja ada algoritma yang harus kita tulis di “script” agar keluar hasil perhitungan kemiringan lereng sesuai dengan rumus yang ada. Ada juga beberapa cara lainnya, tapi intinya cara-cara tersebut membutuhkan waktu yang lama untuk sekadar membuat perhitungan kemiringan lereng. Dan itu masih berupa kotak-kotak sebanyak 400, belum lagi harus kita delineasi ulang agar mengikuti konturnya.

Nah, disini kita akan belajar cara cepat membuat peta kemiringan lereng menggunakan software Global Mapper tanpa harus di-delineasi lagi. Metode ini sudah langsung membentuk kontur! Mari kita mulai!
Continue reading

Cara Download File SRTM di Global Mapper

Hai teman-teman! Kali ini saya akan membahas bagaimana cara men-download file SRTM (Shuttle Radar Topography Mission) di program Global Mapper. SRTM adalah salah satu jenis format untuk menampilkan Digital Elevation Model (DEM) yang cukup populer di kalangan pengguna software-software berbasis GIS karena aksesnya yang mudah dan gratis.

Mungkin banyak diantara teman-teman yang sudah memiliki file SRTM se-Pulau Jawa, se-Indonesia, atau bahkan seluruh dunia. Tetapi, apabila kita hanya ingin mengolah data pada daerah penelitian yang cukup kecil (misalkan kita hanya ingin mengolah data dengan luas daerah sebesar 2×2 km, 5×5 km, 10×10 km, dll.) maka tentunya loading file SRTM seluas Pulau Jawa atau bahkan se-Indonesia akan memakan waktu yang cukup lama dan membutuhkan storage management yang lebih besar. Nantinya hal itu akan berdampak pada kecepatan program Global Mapper itu sendiri untuk mengolah data file SRTM karena semua data yang ditampilkan akan diolah oleh Global Mapper tanpa terkecuali.

Data ini nantinya bisa kita gunakan untuk berbagai keperluan pengolahan data GIS, seperti penentuan batas DAS, penambahan sungai intermitten pada peta, bifurcation ratio, dranage density, dan lain-lain yang membutuhkan file SRTM berkapasitas kecil sebagai landasan awal untuk men-generate file tersebut agar berjalan cepat.
Continue reading

Cara Membuat Batas Daerah Penelitian (Kavling Penelitian) di MapInfo

Hai teman-teman! Sesuai judul di postingan blog kali ini, saya akan membahas bagaimana caranya membuat batas daerah penelitian (kavling penelitian) di program MapInfo.

Kavling penelitian biasanya diberikan berupa koordinat area penelitian beserta luas daerahnya. Maka dari itu, suatu acuan letak geografis dibutuhkan terlebih dahulu untuk meletakan kavling penelitian diatas peta yang sudah memiliki nilai koordinat, baik itu peta RBI, peta geologi, atau peta-peta lainnya. Dalam dunia GIS, hal itu disebut dengan register/ georeferencing peta. Teman-teman bisa melihat bagaimana cara untuk me-register peta disini. Selanjutnya, kita tinggal membuat layer baru untuk kavling penelitian diatas peta yang sudah di-register tersebut.

Bagi teman-teman yang baru me-register peta melalui link ini, kalian tinggal mengikuti langkah selanjutnya yang akan saya bahas di postingan ini. Dan bagi teman-teman yang sudah me-register peta sebelumnya, kalian buka saja dulu file yang sudah kalian buat, kemudian mengikuti langkah yang sama pada postingan ini.
Continue reading

Selamat Datang di Blog Saya!

Selamat datang di blog saya. Sebelumnya, izinkan saya memperkenalkan diri dan tujuan adanya blog ini terlebih dahulu. Nama saya Ilham Aji Dermawan, memiliki latar belakang pendidikan sebagai Sarjana Teknik Geologi dari Universitas Padjadjaran. Pada saat saya kuliah, banyak sekali hal-hal unik yang saya pelajari yang kebanyakan orang tidak tahu. Sayang sekali kalau hal tersebut tidak dibagikan ke khalayak umum secara gratis, karena saya belajar hal-hal unik itu juga secara gratis.

Postingan di blog ini akan lebih banyak membahas tentang sesuatu yang berkaitan dengan hobi saya dan semua hal yang saya sukai, seperti keilmuan geologi, software-software, teknologi, olahraga, dan otomotif. Nantinya postingan blog ini tidak jauh dari hal yang disebutkan tadi. Dan kemungkinan saya akan banyak membahas tutorial software, terutama software-software atau teknologi yang berkaitan dengan GIS dan desain grafis dalam Bahasa Indonesia agar lebih mudah dipahami. Intinya saya ingin berbagi ilmu yang bahkan teman-teman kuliah saya sendiri belum mengetahuinya. Semoga ilmu-ilmu tersebut dapat tersebar seluas-luasnya agar menjadi manfaat bagi banyak orang. Sebagaimana sabda Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam,

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289).

Terima kasih!

Salam,

Ilham Aji Dermawan